Blog
Ketidakhabispikiran
Ini Aku | Ini Aku |
|
|
|
"Ini aku", katanya pasti, seolah menekankan arti yang dalam untuk dibenamkan sampai tak akan dapat dicabut lagi. "Inilah aku", lagi terucap dan memastikan itu semua terhunjam dalam-dalam. "Beginilah Aku", kali ini sepertinya takkan ada yang bisa mencabut apa yang sudah ditancapkan sedalam itu. "Ini aku", kali ini sepertinya arah kata lebih membalik ke dirinya sendiri. Merenung sepersekian detik, jeda, dan lalu tersadar kembali. "Inilah aku", tidak ada lagi hunjaman dalam. Yang ada mungkin setetes kegalauan tersibak samar dari tirai-tirai riak kecil di permukaan genangan kesadaran. "Beginilah aku", kepastian dan hunjaman yang tadinya amat pasti, kini seperti tak pernah terdeteksi keberadaannya. Mengambang tidak timbul, dan tidak tenggelam. "Aku....", terhenti seolah kehilangan kepastian yang pernah meraja dan kokoh pembunuh ragu. Kosong sekarang dan tak lagi ada yang akan menghunjam. Kepada siapapun dan juga kepadanya. "Aku...", hening. "Aku...", dia tak tahu. "Ini Aku.", kesadarannya berkata. "Inilah aku, yang tidak tahu aku", akhirnya ia menyerah. "Beginilah aku", ia memandang cermin untuk sekian waktu, lalu berlalu.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|